Rangkuman "The Subtle Art Of Not Giving a F*ck" by Mark Manson
Basically, here I’ll be summarizing key takeaways from the book I read, The Subtle Art of Not Giving a Fck. These are words and ideas that can be applied to life, helping us focus on what truly matters and let go of the rest. Get ready for some no-nonsense wisdom!
2. Mempedulikan terlalu banyak hal akan berakibat buruk untuk kesehatan Mental anda. Ini membuat anda menjadi terlalu terikat pada hal hal yang dangkal dan palsu, anda membiarkan hidup anda demi mengejar fatamorgana kebahagiaan dan kepuasaan. Kunci untuk Kehidupan yang baik bukan tentang memepedulikan lebih banyak hal; tapi tentang memepedulikan hal yang sederhana saja, hanya peduli tentang apa yang benar dan medesak dan penting (6:2)
3. Hasrat untuk mengejar semakin banyak pengalaman postif sesunguhnya adalah sebuah pengalaman negatif. sebaliknya secara paradoksal penerimaan seorang terhadap pengalaman negatif justru merupakan pengalaman yang positif. (10:3)
4. Seperti yang dikatakan filsuf eksistensialisme Albert Camus): "Anda tidak akan pernah Bahagia jika anda terus mencari apa yang terkandung di dalam kebahagiaan. Anda tidak akan pernah Hidup jika terus mencari arti kehidupan"(11:2)
5. Bersikap masa bodoh sesungguhnya menghasilkan sesuatu yang besar. (12:2)
6. Masa Bodoh atau bodo amat artinya memandang tanpa gentar tantangan yang paling menakutkan dan sulit untuk kehidupan dan mau mengambil suatu tindakan. (14:2)
7. Seni #1: Masa Bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh; masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda. (16;4)
1. Kebahagiaan bukanlah suatu persamaan yang dapat dipecahkan, Ketidakpuasaan dan kegelisahaan merupakan bagian Inheren dari sifat manusia dan seperti yang akan kita lihat bersama, komponen yang penting untuk menciptakan kebahagiaan yang konsisten. (30:4)
2. "Pada intinya Hidup hanyalah rentetan masalah yang tidak ada ujungnya", "solusi terhadap satu masalah hanya akan meciptakan masalah lain" (35:1) "Jangan Mengharapka suatu kehidupan yang bedas dari masalah" "Tidak ada hal seperti itu. sebaliknya, berharaplah akan hidup yang penuh dengan masalah masalah baik" (35:3)
3. KEBAHAGIAAN BERASAL DARI MEMECAHKAN MASALAH
4. Untuk menjadi bahagia, kita memerlukan sesuatu untuk dipecahkan dengan demikian kebahagiaan merupakan suatu bentuk tindakan; ini adalah sebuah kegiatan, bukan sesuatu yang diberikan kepada kita, Bukan sesuatu secara ajaib anda temukan. (36;3).
5. Kebahagiaan yang sejati aka terwujud hanya jika ketika anda menemukan masalah, anda menikmatinya dan menikmati proses pemecahannya. (37:1)
6. Apapun masalah anda, konsepnya sama; selesaikan masalah; lalu berbahagialah. (37:3)
7. Obsesi dan perhatian yang berlebihan terhadap emosi akan menggalkan kita karena alasan sederhana. yaitu bahwa emosi tidak kekal. apapun yang membuat kita bahagia hari ini tidak akan membuat kita bahagia lagi besok. karena bilogi kita selalu membutuhkan sesuatu yang lebih (40-41;4)
8. Dibanding pertanyaan "Apa yang ingin anda raih dalam kehidupan ini?" pertanyaan yang lebh menarik "Rasa Sakit apa yang anda inginkan dalam hidup anda?" Apa yang membuat anda rela Berjuang?" Karena kebahagiaan membutuhkan perjuangan, Kebahagiaan tumbuh dari masalah. Apa yang menentukan kesuksesan anda bukanlah "Apa yang ingin anda Nikmati" Pertanyaan yeng relevan adalah "Rasa Sakit apa yang ingin anda Tahan" Anda harus menentukan pilihan. anda tidak mungkin memiliki kehidupan yang bebas dari rasa sakit. Itulah Pertanyaan yang sulit yang perlu disadari.(42-44)
9. Rata Rata Orang selalu memikirkan Imbalan bukan jerih payah, Menginginkan hasil dan bukan proses, saya hanya jatuh cinta pada kemenangan dan bukan perjuangan. dan Hidup Tidak Berjalan seperti itu. Perjuangan kita menentukan kesuksesan kita. permasalahan permasalahan kita melahirkan kebhagiaan kita, seriring dengan masalah masalah yang naik levelnya, menjadi lebih baik(46-47)
BAB III: Anda Tidak Istimewa
1. Ada Seseorang Bernama Jimmy, dia memiliki pribadi yang positif, selalu termotivasi, selalu bekerja dengan sudut pandang yang jelas yang selalu memiliki ide dan gagasan tentang bisnis yang akan menghasilkan banyak uang. dia terbiasa menjadi pembicara di banyak acara tentang gagasan dari setiap ide bisnis dia. Tetapi dibalik itu Jimmy hanya seorang bajingan yang suka menghamburkan uang Investornya. intinya sebenrnya Jimmy adalah penipu prosefsional, yang hanya bisa bicara tentang idenya (atau orang lain) dan menjualnya ide. Bagian paling parahnya adalah Jimmy meyakini omong kosongnya sendiri. Jimmy merasa istimewa itu saja. dia merasa seakan-akan layak mendapatkan hal-hal baik tanpa berusaha. dia percaya diri bisa menjadi kaya tanpa harus bekerja. dia percaya diri disukai dan menjalinn hubungan yang baik tanpa pernah membantu seseorangpun. (49-55)
2. Rasa Sakit dari masa Remaja menuntun ke jalan "keistimewaan". trauma saya membelit seputar isu keintimanan dan penerimaan, jadi saya merasakan ada kebutuhan untuk mendapatkan kasih sayang secara belebihan, untuk membuktikan pada diri saya sendiri bahawa saya memang dicintai dan diterima setiap waktu. yang saya cari adalah peneguhan bahwa saya diinginkan bahwa saya dicintai bahwa saya untuk pertama kali nya, seingat saya dianggap Berharga. kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan itu dengan cepat menjelma menjadi sebuah kebiasaan mental untuk mengistimewakan dan melebih-lebihkan diri sendiri.
3. Tiket untuk meraih kesehatan emosiona, yaitu menerima kebenaran tentang hidup yang hambar dan biasa. Tekanan dan kecemasan kerena selalu merasa tidak cukup dan terus-meneurs perlu membuktikan diri kepada diri sendiri akan menghilang. anda akan mampi mengapresasi pengalaman pengalam sederhana di hidup anda; seperti nikmatnya pertemanan yang simpel , menciptakan sesuatu membantu seseorang yang membutuhkan,membaca buku bagus tertawa bersama sorang yang anda sayangi. mungkin hal semacam itu biasa saja tapi karena suatu alasan: ituah yang benar benar berarti
BAB IV: Nilai penderitaan
Bawang Kesdaran diri
1.Kesadaran diri ibarat sesiung bawang. bunya banyak lapisan, semakin anda kupas, anda akan semakin cepat mulai menangis tanpa disangaka-sangka.
Lapisan pertama bawah kesadaran diri adalah pemahaman yang sederhana terhadap emosi seseorang "Seperti itulah jika saya senang". "ini membuat saya sedih." Ini memberi saya harapan"
Lapisan kedua dari bawang kesadaran diri adalah kemampuan untuk bertanya mengapa kira merasakan emosi tertentu. pertanyann mengapa ini sulit dan kadang perlu berbulan bulan atau bahkan bertahun tahun untuk pada akhirnya bisa mendapatkan jawaban secara konsisten dan akurat. lapisan pertanyaan ini membantu kita mengerti akar masalah dari emosi yag menguasi diri kita. begitu kita memahami akar masaah tersebut, idealnya kita bisa melakukan sesuatu untuk mengubahnya.
Lapisan ketiga lapisan yang paling dalam adalah "Mengapa saya menganggap ini sebagai kesuksesan atau kegagalan?" bagaimana saya mengukur diri saya? medegan standar apa saya menilai diri saya dan setiap orang di sekitar kita" Nilai Mendasari segala hal yang berhubungan dengan diri kita dan apa yang kita lakukan. jika nilai nilai yang kita anut tidak bermanfaat, jika apa yang kita anggap sebagai sebuah kesuksesan/kegagalan dipilih dengan gegabah, apa pun yang dibangun berdasarkan nilai-nilai tersebut pikiran, emosi , perasaan haru haru semuanya akan rusak. setiap hal yang ada dalam benak dan perasaan kita mengenai suatu keadaan pada akhirnya kembali pada seberapa berniliai hal tersebut dalam pemahaman kita masing masing.
2. Secara naluriah kita mengukur diri kita sendiri dengan berpatokan pada orang lain, dan untuk mencari status. pertanyana nya bukan apakah kita mengevaluasi diri kita berdasarkan pencapaian orang lain; namun pertanyaanya adalah dengan standar apa kita mengukur diri sendiri?
Niai yang kita pegang menentukan ukurann yang kita gunakan untuk menilai diri kita sendiri dan orang lain. jika anda ingin mengubah cara anda memandang permasalahan anda, anda harus mengubah nilai yang anda pegang dan/atau bagaimana anda mengukur kegagalan/kesuksesan.
Nilai Nilai sampah
1. Kenikmatan, Kenikmatan itu memang menyenangkan. namin ini adalah satu nilai yang manakutkan jika dijadikan prioritas dalam kehidupan anda. Kenikmatan adalah tuhan palsu. berbicara mengenai kebahagiaan, kenikmatan bukanlah sebab melaikan akibat. jika anda melakukan hal-hal ain yang benar (nilai dan ukuran lain), kenikmatan akan secara alami muncul sebagai hasilnya.
2. Kesuksesan material. Banyak orang mengukur martabat mereka berdasarkan pada seberapa besar penghasilan mereka atau mobil jenis apa yang mereka kendarai atau apakah rumput di halaman mereka lebi hijau atau indah daripada milik tetangga lain. masalah lain yang muncul jika penialiia kita terhadap kesuksesan material terlalu berlebihan adalah bahaya untuk meletakan nilai ini diatas semua nilai lainnya, seperti kejujuran, anti-kekerasan, dan kasih sayang. ketika orang-orang mengukur diri mereka tidak berdasarkan perliaku melainkan oleh aneka simbol status yang mampu mereka kumpulkan, bukan hanya mereka adalah orang yang dangkal, namun kemngkinan mereka ini orang orang bangsat.
3. Selalu benar. Otak kita adalah mesin yang tidak efektif. secara konsisten kita membuat asumsi yang buruk peluang yang keliru, ingatan yang salah terhadap suatu fakta, bias kognitif, dan keputusan berdasarkan gejolak emosi. sebagai manusia kita berbuat salah secara cukup konstan. sehingga jika ukuran kesuksesan hidup kita adalah menjadi benar maka, jangan heran kalau anda kerepotan merasionaisasi semua kekeliruan yang terjadi pada diri anda. faktanya orang orang yang mendasarkan penghargaan diri merka pada ambisi selalu benar. mereka menghalangi diri sendiri untuk bisa belajar dari kesalahan itu sendiri. mereka menjadi kurang mampu mengambil satu sudut pandang baru dan berempati terhadap orang lain. mereka menutup diri mereka sendiri terhadap informasi yang baru dan penting. akan jauh lebih membantu jika anda mengasumsikan diri anda tidak paham dan tidak tahu banyak hal. ini menjaga anda untuk berasda dalam situasi yang konstan untuk belajar dan tumbuh
4. Tetap positif. kemudian ada beberapa orang yang mengukur hidupnya dari sejauh mana mereka mampu untuk menjadi selalu positif dalam hampir semua hal. terus menurus bersikap positif justru merpukan salah satu bentuk pengelakan terhadap masalah, dan bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang boleh jadi justru menguatkan da memotivasi anda seandainya anda memilih nilai dan ukuran yang benar. ini sedarhana, sungguh: aneka kegagalan, orang orang membuat kita kesal, kecelakaan terjadi. hal hal itu membuat kita merasa buruk dan itu tidak apa apa emosi negatif adalah komponen kesehatan emosional yang harus ada. menyangkal sisi negatif tersebut, sama denganmengekalkan masalah, bukan menyelesaikan.
Trik untuk emosi negatif:
a. mengekspresikan dalam suatu cara yang dapat diterima dan sehat secara sosial dan
b. mengungkapkan dalam suatu cara yang selaras dengan nilai nilai anda.
contoh sederhana, ketika marah terhadap seseorang, saya mengungkapkan kemarahan tersebut, namn saya juga menegaskan untuk tidak memukul wajah seseorang. kemarahan bukanlah masalahnya, kemarahan itu alami, kemarahan adalah bagian dari kehidupan.
Menentukan nilai yang baik dan buruk
Nilai yang baik:
a. Berdasakan pada kenyataan
b. Membangun secara social
c. Segera dan dapat dikendalikan
Nilai yang buruk:
a. Tahayul
b. Merusak secara Sosial dan
c. Tidak Segera dan tidak dapat dikendalikan
Kejujuran merupakan suatu nilai yang baik karena ini adalah sesuatu yang dapat sepenuhnya anda kendalikan, ini mencerminkan kenyataan dan ini memberikan manfaaat bagi orang lain. Popularitas, disisi lain merupakan nilai yang buruk.
Beberapa contoh nilai baik, sehat: Kejujuran, inovasi, peka membela diri sendiri, membela orang lain penghargaan diri, rasa ingin tahu, aman, kerendahan hati, kreativitas.
beberapa contoh nilai buruk, tidak sehat: dominasi melalui manipulasi dan kekerasan, gonta ganti pasangan, senantiasa merasa senang, selalu menjadi pusat perhatian, tidak mau kesepian , disenangi semua orang, menjadi kaya demi menjadi kaya.
anda akan mencermati bahwa nilai baik, sehat didaptkan secara internal sedangkan nilai buruk biasanya bersandar pada peristiwa eksternal.
Nilai adalah tentang membuat proritas, Niali apa yang anda prioritaskan diatas nilai yang lainnya, dan karenanya mempengaruhi pengambilan keputusan anda lebih dari nilai lainnya.
Inilah yang dimaksud dengani Self improvement yang sesungguhnya: Memprioritaskan niai nilai yang lebih baik untuk dipedulikan. kerena ketika anda peduli pada hal hal yang lebih baik. anda akan mendapat masalah yang lebih baik, dan ketika anda mendapat masalahh yang lebih baik anda menhalani kehidupan yang lebih baik pula.
BAB 5: Anda Selalu Memilih
1. Kita tidak bisa selalu mengambil kendali terhadap apa yang terjadi pada kita, namun kita selalu bisa mengendalikan cara kita menafsirkan segala hal yang menimpa kita, dan cara kita merespons.
2. Kita selalu menjatuhkan pilihan, entah kita sadari atau tidak.
Salah kaprah tanggung jawab/rasa bersalah
Saya pernah mengenal seorang pria yang mengaku bahwa alasan dibalik tidak ada seorang wanita pun yang mau diajak berkencan adalah karena dia terlalu pendek. Pria ini terpelajar, mearik dan tampan yang jelas tipe yang sangat ideal namun dia sungguh yakin dia terlalu pendek untuk berkencan dengan wanita.
Apa yang tidak disadarinya adalah bahwa dia telah memilih nilai yang justru menyakiti dirininya sendiri: Tinggi badan. wanitam dalam benaknya hanya tertarik pada pria yang tinggi. dia tamat masa bodoh apapun yang dilakukannya.
Pilihann atas nilai ini melemahkan. hal itu memberi pria ini masalah yang pelik. masih ada nilai yang jauh lebih baik digunakan dalam kehidupan dalam kehirupan percintaanya.
Komentar
Posting Komentar